Tanggung Jawab dalam Aspek Ekonomi

Rantai Pasokan PT Pertamina EP sangat memperhatikan kelancaran rantai pasokan untuk mendukung operasi perusahaan. Untuk itu perusahaan melakukan dua kebijakan utama yakni dalam bentuk kewenangan kepada lapangan dan program pengembangan penyedia barang dan jasa.

Dalam pelaksanaan proyek di daerah operasi, PT Pertamina EP memiliki kebijakan untuk membantu pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan Penyedia Barang dan Jasa (PBJ) setempat.

PT Pertamina EP juga melakukan pengembangan PBJ. Perusahaan memberi fasilitas atau kesempatan kepada PBJ sebagai mitra kerja perusahaan berdasarkan klasifikasi tertentu (aspek manajemen/HSE, finansial, dan kinerja) dengan pola diferensiasi layanan. Dalam program ini PBJ dikelompokkan menjadi Preffered Vendor, Recommended vendor, Participant Vendor, dan Common Vendor. Khusus common vendor adalah penyedia barang dan jasa yang tidak mendapatkan fasilitas dari Program Vendor Development.

Infrastruktur  Perusahaan melaksanakan investasi sosial dalam bentuk infrastruktur yang berdampak langsung secara positif terhadap masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di sekitar daerah operasi. Realisasi pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di sekitar daerah operasi perusahaan pada tahun 2011 mencapai lebih dari Rp4,2 miliar yang terdiri dari biaya CSR PT Pertamina EP Rp3,5 miliar, biaya CSR PT Pertamina (Persero) Rp625 juta, dan biaya Bina Lingkungan Pertamina Rp115 juta. Jumlah tersebut belum termasuk investasi infrastruktur yang terkait dengan kegiatan operasi.