Pertamina EP Soft Opening 3D Museum Migas Pertama di Indonesia

02 Februari 2018

Prabumulih – PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerja sama di bawah SKKMIGAS, melalui unit usaha PT Pertamina EP Asset 2 menyelenggarakan soft opening museum  3D Migas pertama di Indonesia di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Rabu (31/01).

Berawal kecintaannya terhadap dunia pendidikan, Ekariza, General Manager PT Pertamina EP Asset 2 memiliki ide untuk membuat museum yang tidak hanya sarat dengan informasi tetapi juga menjadi sarana hiburan bagi keluarga di Kota Seinggok Sepemunyian, Prabumulih.

Terletak di Kompleks Pertamina EP Prabumulih, dibangunlah 3D Museum Migas pertama di Indonesia. Lahan seluas 4000 m² dipersiapkan. Museum ini sebagai salah satu bentuk CSR di bidang pendidikan diharapkan menjadi education centre sehingga nantinya masyarakat luas dapat memperoleh pengetahuan yang tepat terkait kegiatan hulu, mulai dari asal muasal migas, proses kerja hingga siapa saja yang terlibat dalam proses pencarian migas bagi kepentingan bangsa dan negara ini.

“Kami ingin menciptakan lokasi wisata, tidak hanya untuk rekreasi tetapi juga media pengetahuan, agar masyarakat umum mengetahui mengenai apa yang kami kerjakan demi memenuhi kebutuhan energi nasional.” ujar Ekariza.

Sebagai salah satu lapangan penghasil minyak dan gas bumi, Kota Prabumulih dirasa kurang memiliki obyek wisata keluarga, dari sinilah timbul ide untuk membuat lokasi hiburan bagi keluarga dengan konsep 3D yang dapat juga menjadi lokasi swafoto.

“Museum migas memang sudah ada di Indonesia, tapi yang memiliki lukisan 3D untuk swafoto seperti ini hanya Prabumulih yang punya. Karena kebutuhan masyarakat milenial sekarang adalah mengunggah foto di media sosial, kami ingin mengakomodir itu tetapi tidak hanya bersifat hiburan, edukasi juga kita berikan.” tambahnya.

Selain lokasi swafoto, di museum ini dipersiapkan ruangan workshop untuk pengunjung terutama pelajar dari sekolah sekitar dengan daya tampung hingga 30 orang, dipajang juga benda-benda yang berhubungan dengan kegiatan pencarian minyak dan diorama audio visual mengenai bisnis proses hulu migas.

Pada bagian luar museum, telah dipersiapkan café yang terbuat dari kontainer bekas, toko produk mitra binaan Asset 2, jembatan gantung, hingga lokasi outbound yang dapat digunakan oleh masyarakat.

“Kami mengundang masyarakat di Prabumulih untuk dapat berkunjung ke museum ini, rencananya di awal Maret museum ini akan dibuka untuk umum, karena ada beberapa titik yang kami benahi agar lebih nyaman bagi pengunjung. Kami berharap sumbangan museum dari Pertamina ini bisa menjadi ikon wisata pendidikan di Kota Prabumulih.” tutupnya.