Raih Dua PROPER Emas, PT Pertamina EP Konsisten Tingkatkan Kualitas Lingkungan Hidup

19 Desember 2017

Jakarta - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah koordinasi dan supervisi SKK Migas, selalu konsisten dan komitmen meningkatkan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dan tanggungjawab sosial. Hal itu ditunjukkan lewat keberhasilan dua unit bisnis perusahaan, yaitu PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field dan PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field, meraih PROPER Emas Tahun 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Nanang Abdul Manaf, Presiden Direktur PT Pertamina EP, mengatakan perolehan dua PROPER Emas dari Rantau dan Tarakan Field adalah hasil kerja keras dalam program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan di seluruh unit usaha Pertamina EP di Tanah Air sebagai bentuk tanggungjawab sosial dan implementasi dari komitmen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur (fasilitas sosial/fasilitasumum).

"Keberhasilan memperoleh  dua PROPER Emas ini menjadi tantangan bagi Pertamina EP untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai ketaatan dalam bisnis, penggunaan sumber daya alam yang efisien, dan mengurangi kesenjangan kesejahteraan dengan program pemberdayaan masyarakat harus terus ditingkatkan," ujar Nanang di sela pemberian penghargaan PROPER Emas di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (18/12).

PROPER merupakan program penilaian dari pemerintah kepada perusahaan tentang kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2014 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER-LH). Program PROPER adalah salah satu program unggulan KLHK yang dikembangkan sejak 2002 dengan tujuan mendorong tingkat ketaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi.

Tahun ini,  enam unit bisnis PT Pertamina EP masuk  kandidat peraih PROPER Emas, yaitu PT Pertamina EP Asset 3  Tambun Field, PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field, PT Pertamina EP Asset 1 Jambi Field, dan PT Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field. Dari seluruh lapangan, dua dinyatakan berhasil meraih kategori PROPER Emas, yaitu  PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field dan PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field.

"Bagi Rantau Field,  raihan Proper Emas tahun ini merupakan ketiga kalinya secara berturut turut, sedangkan Tarakan Field yang pertama," jelas Nanang.

Keberhasilan Rantau Field mempertahankan PROPER Emas karena unit usaha Pertamina EP tersebut menerapkan berbagai program tanggungjawab sosial dan lingkungan yang dicanangkan secara konsisten. Hal itu ditunjukkan lewat pemberdayaan masyarakat  melalui peningkatan perekonomian warga sekitar wilayah operasi Rantau Field, antara lain pembinaan budidaya ikan lele, anyaman tepas, budidaya rumput laut, dan budidaya tanaman hidroponik. Dalam bidang pendidikan, Rantau Field juga mengembangkan Sikula Anak Nanggroe di Desa Tampur Paloh

Bekerja sama dengan Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia (YSCI) dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, Rantau Field juga  mengimplementasikan tanggungjawab dalam lingkungan dengan melakukan konservasi  tuntong laut (Batagur borneonensis).

Richard Muthalib, PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field Manager, mengatakan kerja sama Rantau Field dengan YSCI dilakukan melalui beragam kegiatan antara lain sosialisasi ke masyarakat dan siswa, menggelar patroli penyelamatan tuntong dan telurnya saat musim bertelur, serta survei habitat. Selain itu, pengayaan habitat, pembesaran telur tuntong menjadi tukik untuk dilepaskan di habitat aslinya, dan penyediaan dokter hewan.

Menurut Richard, spesies tuntong laut saat ini mengalami penurunan populasi dan hampir punah akibat kerusakan ekosistem mangrove yang menjadi habitatnya. Dengan demikian, perlu upaya pencegahan, penanggulangan, dan pembatasan kerusakan yang disebabkan oleh manusia, alam, spesies invasif, hama dan penyakit.

"Upaya pelestarian spesies tuntong laut yang memiliki status sangat terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah IUCN beserta ekosistemnya merupakan tanggung jawab dan kewajiban bersama pemerintah, swasta, dan masyarakat," katanya.

Tak hanya Rantau Field,  Tarakan Field pun mendapatkan kesempatan yang sama dengan beberapa program andalan dan ketekunan dalam meningkatkan kemandirian masyarakatnya. Selain menjalankan program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti pengelolaan rumput laut dan bank sampah, program Sekolah Tapal  Batas menjadi program unggulan.

Adhi Herusakti S, Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field Manager, mengatakan Sekolah Tapal Batas Sebatik Tengah berada di berada di Jalan Asnur Daeng Pasau RT 12 Dusun Kampung Barru, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kalimantan Utara. Sekolah yang didirikan oleh Ibu Suraidah (64) empat tahun silam ini fokus pada pemberantaan buta aksara, pemberian pendidikan bagi anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia, dan pendidikan pemberdayaan usaha mandiri bagi masyarakat Sebatik.  

Adhi menjelaskan, Ibu Suraidah adalah seorang perawat yang memiliki  idealisme tinggi terhadap bidang pendidikan bagi anak-anak TKI. Ibu Suraidah pada Rabu (13 Desember) pekan lalu mendapat penghargaan peringkat pertama Pertamina Award 2017 untuk Kategori Cerdas. "Beliau ada local hero di bidang pendidikan di Kaltara, apalagi lokasi sekolah ini masuk kategori 3T: terluar, terdepan, dan tertinggal," ujarnya.

Keberadaan Sekolah Tapal Batas Sebatik Tengah juga mendapat pujian dari Anggota Dewan PROPER sekaligus Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah. Saat mengunjungi Sekolah Tapal Batas Sebatik pada 23 November 2017, Karliansyah mengatakan peran sekolah ini sangat strategis dalam membantu mencerdaskan anak-anak Indonesia yang berada di wilayah perbatasan. Apalagi sekolah ini mendapat dukungan dari Pertamina EP.

"Sulit membayangkan ada orang di tempat seperti ini.  Beliau adalah extraordinary person, orang yang di luar dari kebanyakan orang," ujarnya. (****)