Segera Hadir : 3D Museum Migas Asset 2

11 Desember 2017

Prabumulih - Pertamina EP Asset 2 tengah menggarap museum migas, terletak di jalan lintas Prabumulih – Palembang tepatnya di Jalan Jendral Sudirman yang masih masuk dalam Komperta Pertamina EP Prabumulih. Museum seluas 15.000 m² ini akan menghadirkan pengetahuan terkait bisnis hulu Minyak dan Gas Bumi di Pertamina EP.

Museum Migas ini meupakan salah satu bentuk kegiatan CSR di bidang pendidikan yang diharapkan dapat menjadi education centre sehingga nantinya masyarakat luas dapat memperoleh pengetahuan yang tepat terkait kegiatan hulu, mulai dari asal muasal migas, proses kerja hingga siapa saja yang terlibat dalam proses pencarian migas bagi kepentingan bangsa dan negara ini.

Desain museum ini adalah hasil buah pikir tim SF Asset 2 dibawah nahkoda Muhammad Amin yang akan menghadirkan berbagai miniatur peralatan pengeboran, mesin-mesin yang berhubungan dengan pencarian migas serta diorama audio visual. Untuk menambah minat pengunjung, museum ini dilengkapi dengan spot swafoto tiga dimensi.

Pada bagian luar museum juga dipersiapkan café dengan desain dari kontainer bekas serta sentra mitra binaan yang akan menghadirkan produk hasil pemberdayaan mitra CSR dari empat lapangan di Asset 2. Pemberdayaan masyarakat lokal lainnya akan dilakukan melalui pemilihan dan pelatihan warga sekitar sebagai petugas dan pengurus museum.

Bersamaan dengan rangkaian acara Forum GM dan FM, sempat dilakukan pencetakan tapak kaki (8/12) di lokasi museum sebagai simbol groundbreaking pembangunan museum ini, mulai dari Direktur Hulu Presiden Direktur, Vice President, General Manager, hingga Field Manager dari seluruh Asset memberikan cetak tapak kaki yang nantinya akan dipajang sebagai bagian dari “Para Pejuang Migas “.

Ekariza menuturkan dalam sambutannya agar secara bersama-sama mendukung rencana kegiatan mendukung pendidikan di Indonesia.

“Mari kita bersama-sama memberikan obyek wisata keluarga baru untuk masyarakat, bukan hanya untuk plesiran semata, melainkan sebagai pojok edukasi. Mohon bantuan teman-teman se-Indonesia untuk membuat museum ini viral di media sosial.” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Hulu, Syamsu Alam, menyampaikan tanggapan dan dukungan positif terhadap pembangunan museum ini. “Ini bagus, tidak hanya obyek wisata di Prabumulih bertambah, namun sekaligus menjadi wisata pendidikan Migas yang berbobot.”

Hingga saat ini, pembangunan museum telah berjalan 30%, rencananya museum ini akan siap dan diresmikan pada bulan Februari 2018. (ARK)