Sumur Ilegal di Desa Pompa Air Jambi Resmi Ditutup

12 Oktober 2017

Jambi – Aktivitas penambangan minyak ilegal (illegal drilling) di Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari resmi ditutup pemerintah pada Senin (02/10). Hal ini ditandai dengan penutupan sumur ilegal secara simbolis serta pemasangan papan peringatan dan larangan kegiatan illegal drilling di lokasi tersebut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari, H. Bakhtiar SP didampingi anggota Tim Penutupan illegal drilling yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jambi.

Hadir dalam acara tersebut,  Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Gubernur Jambi,  Ir.  Tagor Mulia Nasution,  MM. bersama Forkompimda Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Batanghari. Turut hadir Kepala Bagian Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Haryanto Syafri dan manajemen PT Pertamina EP Asset 1 Jambi Field yang diwakili oleh Jambi Legal & Relations Assistant Manajer,  Hasanul Ashari dan Jambi WOWS Assistant Manajer,  M. Luthfi Ferdiansyah.

Sebelumnya ditempat terpisah telah dilakukan serah terima bantuan untuk masyarakat Desa Pompa Air dari PT Pertamina EP Asset 1 yang diserahkan secara simbolis oleh Sekda Kabupaten Batanghari kepada Kepala Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang,  Indra. Bantuan yang diserahkan berupa peralatan sekolah untuk siswa SDN 113 dan SDN 65 Pompa Air,  bantuan pembuatan pagar sekolah SDN 178, bantuan perbaikan jalan sepanjang 8,5km, bantuan permainan outdoor untuk Yayasan Darul Marhamah serta bantuan renovasi Masjid Al Ikhlas yang berada di dekat lokasi ilegal drilling 

Tagor berharap aktivitas ilegal drilling yang selama ini dilakukan di Desa Pompa Air tidak dilanjutkan lagi karena hal itu merupakan tindak pidana melawan hukum. "Kita juga patut berterima kasih kepada Pertamina, walaupun disini tidak ada kegiatan operasi Migas yang mereka lakukan, tetapi tetap memberikan sumbangsihnya,  bantuannya untuk masyarakat" ujarnya.