Pertamina EP Tandatangani Perjanjian Kerjasama Untuk Lestarikan Tuntong Laut

09 Oktober 2017

Jakarta -  PT. Pertamina EP melalui program Keanekaragaman Hayati dan Pemberdayaan Masyarakat (CSR) melakukan penandatangan perjanjian kerjasama pelestarian Tuntong Laut (Batagur Borneoensis)dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Aceh dan Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia. Penandatanganan perjanjian dilaksanakan di ruang rapat utama Kantor Pertamina EP, Jakarta, Jum’at (06/10/2017).

Development Director PT. Pertamina EP, John H. Simamora mengatakan bahwa Pertamina EP memiliki komitmen dan tanggungjawab bukan hanya dalam menjalankan bisnis yang beretika, tetapi juga dalam memberdayakan masyarakat dan juga lingkungan. Pertamina EP dituntut untuk bisa menciptakan multiplier effect terhadap lingkungan sekitar operasinya, sehingga tercipta kemandirian masyarakat serta kelestarian lingkungan yang dapat menjadi salah satu warisan bagi anak-cucu kita di masa mendatang.

“Penandatanganan Perjanjian Kerjasama 4 pihak yang hadir dalam kegiatan pada hari ini merupakan suatu komitmen yang luhur dalam upaya perlindungan spesies tuntong laut, yang memiliki status sangat terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah IUCN beserta ekosistemnya merupakan tanggung jawab dan kewajiban bersama antara Pemerintah, Swasta dan Masyarakat,” Ujar John.

Dirinya mewakili Pertamina EP mengucapkan apresiasi  kepada Yayasan SatuCita Lestari Indonesia sebagai lembaga swadaya masyarakat satu-satunya  yang melakukan pelestarian terhadap tuntong laut, dan juga sedikit demi sedikit telah merubah kebiasaan masyarakat lokal yang tadinya memburu menjadi pejuang pelestarian Tuntong Laut. Selain itu apresiasi juga diberikan kepada Pemkab Aceh Tamiang yang juga konsisten menjaga kelestarian Tuntong Laut melalui Qanun (Perda) No. 3 tahun 2016 tentang perlindungan tuntong laut yang kedepannya diharapkan bisa diikuti oleh daerah lainnya.

“Penghargaan setinggi-tingginya kami berikan terhadap semua pihak yang memiliki kepedulian besar terhadap  tuntung laut yang terancam kelestariannya,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian ini merupakan hal bersejarah, dimana semua pihak terlibat dalam pelestarian tuntong laut yang populasinya sudah berada diambang kepunahan. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini pelestarian akan semakin baik dan berkembang hingga spesies dapat terjaga.

“Populasi Tuntong Laut sudah diambang kepunahan, hingga perlu upaya serius dari berbagai pihak untuk menjaga dan melestarikan tuntong laut,” ujar Hamdan.

Untuk diketahui, Tuntong Laut (Batagur borneoensis) adalah salah satu satwa yang keberadaannya sudah sulit sekali ditemukan, terutama di Indonesia. Menurut data International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah organisasi lingkungan global terbesar dan tertua di dunia. Tuntong laut berada di urutan ke-25 dari 327 spesies di dunia yang termasuk kategori hampir punah.