Pertamina EP Beberkan Strategi Eksplorasi di Joint Convention Malang

27 September 2017

Malang  -  Efisiensi. Itulah kata kunci yang ditawatkan Presiden Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf saat menjadi salah satu panelis dalam Joint Convention Malang. "Kami dari Pertamina EP sebagai perusahaan nasional milik negara 100 persen, tidak boleh berpikir hanya aspek komersial saja. Kita juga ada muatan untuk berkontribusi kepada negara, menghasilkan cadangan yang baru mengeksplorasi yang bisa memperpanjang lifetime dari perusahaan, jadi bisa dapat keuntungan dari produksi," tegas Nanang. Penegasan itu disampaikan Nanang dalam kegiatan yang yang diselenggarakan empat asosiasi migas Indonesia yakni Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI), dan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), di Hotel Ijen Suites, Malang, pada Selasa, (26/9/2017). Nanang memaparkan  rendahnya harga minyak dunia memaksa perusahaan dalam negeri ataupun luar negeri menekan atau menunda kegiatan ekplorasi. Langkah itu harus diambil karena eksplorasi migas selain membutuhkan biaya besar, juga mempunyai resiko yang tinggi. "Karena kegiatan eksplorasi lebih ke biaya, sementara investasi ada resiko. Bisa saja kegiatan ekplorasi tidak berhasil. Investasi sudah terlanjur keluar ekplorasi enggak berhasil. Karena beresiko beberapa perusahaan akhirnya menunda," ujar Nanang. Menyikapi situasi seperti ini, lanjut Nanang, langkah yang tepat adalah melakukan  efisiensi. Dengan membuka proyek yang lebih ekonomis, Pertamina EP berupaya mengembangkan tapak produksi yang baru. "Kita harus efisien, sehingga beberapa proyek bisa dilanjutkan. Selain ditargetkan menghasilkan minyak dan gas, dengan  efisiensi menjadi lebih ekonomis untuk dikembangkan. Karena negara kita ini butuh energi sehingga produksi kita saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga kita harus impor," ucap Nanang. Nanang berharap seluruh pihak yang bekerja di bidang migas agar mampu menemukan sumber energi yang baru. Harapannya, selain bisa menghemat devisa negara juga mengurangi ketergantungan impor migas.