Field Pangkalan Susu Kembangkan Program Ekowisata Mangrove dan Pembenihan Kepiting

12 Mei 2017

Pangkalan Susu – PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field terus mengembangkan program-program corporate social responsibility  di wilayah kerjanya. Pengembangan program tidak hanya semata-mata bertujuan meningkatkan pencapaian kinerja Field, namun juga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Demikian disampaikan oleh Pangkalan Susu Field Manager Dirasani Thaib di sela-sela kunjungan VP HSSE Upstream PT Pertamina (Persero) Nepos MT Pakpahan (09/05) ke lokasi Program Pembenihan Kepiting, Desa Alur Cempedak.

Dirasani menyampaikan bahwa sebagai bentuk pengakuan terhadap program-program yang dijalankan, Field Pangkalan Susu baru-baru ini meraih penghargaan Indonesia Green Award (IGA) 2017 untuk kategori Pengembangan Pengelolaan Sampah Terpadu, Penyelamatan Sumber Daya Air dan Pengembangan Keanekaragaman Hayati.

“Pada tahun ini, Field Pangkalan Susu memfokuskan pada 3 progam utama yaitu Pengembangan Ekowisata Mangrove di Desa Lubuk Kertang, Pembenihan Kepiting di Desa Alur Cempedak, dan Budidaya Lele dengan menggunakan pakan buatan limbah kepiting di Desa Alur Cempedak” ujarnya.

Dirasani juga menjelaskan bahwa program budidaya kepiting yang dijalankan oleh Field Pangkalan Susu ini bekerja sama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya  Air Payau Jepara dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat. “Kabupaten Langkat dulunya sangat dikenal dengan produksi kepiting lunaknya, sehingga program ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Kabupaten Langkat dan memproduksi kepiting lunak” katanya.

Ketua kelompok pembenihan kepiting, Bagus Prasetya mengatakan bahwa program tersebut telah dimulai sejak 2 bulan yang lalu. “Saat ini kami sedang mempersiapkan pakan untuk larva kepiting yang nantinya akan ditetaskan. Pembuatan pakan sendiri terdiri dari 2 tahapan yaitu penyiapan chlorella dan juga rotifier. Untuk persiapan indukan juga sudah mulai disiapkan” katanya.

“Secara teori 1 indukan kepiting dapat menghasilkan jutaan telur, namun yang kemungkinan menetas sekitar 20 sampai 30 persen. Tapi kita akan terus berupaya agar program ini nantinya dapat berhasil” harapnya.

Sementara itu, VP HSSE Upstream PT Pertamina (Persero), Nepos MT Pakpahan, dalam kunjungannya ke lokasi CSR disela-sela MWT yang dilakukan di Pangkalan Susu Field, menyampaikan harapannya agar Field Pangkalan Susu terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk meningkatkan keberhasilan program-program CSR yang dijalankan.