06 Mei 2014

Suatu pagi (25/4) tumpahan minyak sebanyak 1.000 barel dari Gorilla Rig yang berada di wilayah Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC) terlihat di garis pantai Bunyu dan menyebar melebihi jangkauan offshore booms yang telah ditebar. Upaya penanganan tumpahan minyakpun dilanjutkan.

Itu adalah gambaran skenario singkat dalam latihan gabungan guna menguji kesiapan Emergency Response Plan (ERP) dan kesiapan dalam menangani insiden Tier-2 di area perairan Bunyu. Berikut aksi tim gabungan dari Pertamina dalam simulasi penanganan tumpahan minyak yang diabadikan oleh fotografer PEP Channel, Zaky.

Foto : Tumpahan minyak sebanyak 1.000 barel dari Gorilla Rig yang berada di wilayah Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC) terlihat di garis pantai Bunyu dan menyebar melebihi jangkauan offshore booms yang telah ditebar, Bunyu (25/4/2014).

Foto : Ini adalah gambaran skenario singkat dalam latihan gabungan guna menguji kesiapan Emergency Response Plan (ERP) dan kesiapan dalam menangani insiden Tier-2 di area perairan Bunyu (24/4/2014).

Foto : Latihan gabungan ini sendiri diikuti oleh Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC), PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan dan Field Bunyu, JON Pertamina Medco Simenggaris, Bunyu (25/4/2014)

Foto : President Director PT Pertamina EP Adriansyah sangat mengapresiasi latihan gabungan yang melibatkan PT Pertamina EP Asset 5, yakni Field Tarakan dan Field Bunyu. Simulasi ini menunjukan, jika terjadi tumpahan minyak maka semua anak perusahaan yang terlibat harus bersatu menanganinya, Bunyu (25/4/2014).

Foto : Diharapkan dengan adanya latihan gabungan ini mampu menyelaraskan ERP, menguji kesiapan masing-masing perusahaan dalam menghadapi keadaan darurat, mengukur waktu respon saat bencana dan ketersediaan sumber daya penanggulangan keadaan darurat, Bunyu (25/4/2014).