Tanggung Jawab dalam Aspek Lingkungan

Pengelolaan Lingkungan Hidup

PT Pertamina EP bertugas mengelola sumber daya alam yang memiliki risiko berdampak negatif terhadap aspek lingkungan hidup. Untuk itu, Perusahaan menempatkan komitmen terhadap lingkungan hidup maupun lingkungan sosial sebagai hal yang utama dan tidak terpisahkan dari kegiatan operasi perusahaan.

Untuk mewujudkannya, perusahaan melengkapi kegiatan operasi dengan dokumen pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan ketentuan seperti Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

Hidup (AMDAL) maupun Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup - Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). Tujuan adalah untuk memperkirakan dampak yang akan ditimbulkan dari kegiatan operasi, mengevaluasi, serta mencari solusi yang tepat untuk menanggulangi. Dengan demikian, pelaksana kegiatan memiliki panduan mengelola dampak lingkungan.

Pengurangan Emisi Karbon

Perusahaan menyadari emisi karbon menjadi salah satu eksternalitas yang sulit dihindari. Eksternalitas tersebut dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, dari sisi sumber daya alam minyak dan gas bumi yang berpotensi menimbulkan emisi karbon. Serta dari sisi kegiatan operasi itu sendiri yakni pemakaian bahan bakar untuk transportasi, instrumen operasi, pembangkit listrik dan lain-lain.Oleh karena itu, Perusahaan menjadikan hal ini sebagai salah satu fokus utama yang harus dicarikan solusi yang berkelanjutan dan secara bertanggung jawab.

PT Pertamina EP melaksanakan program pengurangan emisi karbon dalam beberapa kegiatan sebagai berikut:

  1. Revegetasi Perusahaan melakukan upaya mengurangi emisi karbon yang merupakan salah satu eksternalitas kegiatan operasi dan kebijakan perusahaan. Program penanaman pohon tersebut sejalan dengan program 1 miliar pohon yang dicanangkan oleh pemerintah dan program 100 juta pohon yang dicanangkan oleh induk perusahaan. Sementara itu, lapangan – lapangan yang berada di Region Sumatera juga turut melaksanakan program penanaman pohon untuk negeri tersebut. Selanjutnya pada tahun 2012 Perusahaan akan mencanangkan penanaman 1000 pohon untuk setiap sumur pemboran.
  2. Kampanye Hemat Energi Sebagai program mendorong budaya hemat lisrik, air, kertas melalui pemasangan stiker pada objek-objek terkait di lingkungan perkantoran, workshop, dan warehouse di seluruh lapangan Perusahaan.
  3. Pemakaian Refrigerant Non-CFC Refrigerant hidrokarbon Musicool merupakan salah satu produk unggulan Pertamina yang mengedepankan aspek ramah lingkungan dan tidak mengandung CFC. Dengan menggunakan Musicool berarti perusahaan turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Perusahaan secara aktif melakukan penggantian refrigerant Musicool di seluruh lapangan.
  4. Pengurangan Gas Suar Perusahaan terus berupaya memperbaiki proses produksi untuk mewujudkan pengurangan gas suar sampai tidak ada gas yang dibakar. Lapangan Subang merupakan salah satu lapangan yang telah berhasil mengurangi gas suar. Saat ini tidak ada gas yang dibakar di lapangan tersebut. Selain Subang, Lapangan Jambi juga telah berhasil menekan jumlah gas yang dibakar di PPP Kenali Asam Jambi dengan memasang lease compressor. Instrumen ini berfungsi untuk menyerap gas yang dibuang melalui pembakaran (flare) untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar genset di Power Plant. Sementara itu, Lapangan Tambun juga berhasil menekan emisi CO2 dari 0,18 menjadi 0,12 ton setara CO2 atau setara minyak.
  5. Penggunaan Lampu Tenaga Surya Penghematan bahan bakar yang dihasilkan dengan menggunakan panel surya sebagai sumber energi adalah sebesar 7.928 liter/tahun, dan mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 20 ton CO2/tahun di Stasiun Pengumpul Tanjungsari.
  6. Pipanisasi Proses pengiriman minyak dari satu lokasi ke lokasi lainnya melalui jaringan pipa dapat membantu mengurangi pemakaian truk tangki. Dengan demikian, pemanfaatan pipa dalam proses tersebut memberikan kontribusi pengurangan bahan bakar sebanyak 148.856 liter per tahun. Hal ini sudah diimplementasikan dengan pemasangan pipa sepanjang 130 km di lapangan Subang.
  7. Pemanfaatan CO2 Dalam pelaksanaan kegiatan operasi di lapangan Subang, Perusahaan menghadapi tantangan berupa tingginya kadar CO2 yang terkandung di dalam gas yang diproduksikan dari lapagan tersebut. Untuk mengatasinya, Perusahaan bekerjasama dengan PT Samator dan PT Aneka Gas Industri dengan mengirimkan CO2 sebesar 8 MMSCFD untuk dimanfaatkan oleh kedua perusahaan tersebut.
  8. Optimalisasi Operasi Pembangkit Listrik Terkait dengan upaya penurunan emisi gas karbon, Perusahaan juga melakukan optimalisasi operasi pada pembangkit listrik berbahan bakar gas dan solar. Dampak dari kegiatan ini adalah pengurangan beban emisi CO2 serta pengurangan gas yang dibakar seperti di Lapangan Jambi dan Rantau.
  9. Injeksi Air Terproduksi Proses produksi pada lapangan yang sudah memasuki fase lapangan tua tentunya menghadapi tantangan tingginya angka air terproduksi. Untuk mengatasi persoalan ini, Perusahaan memanfaatkan air terproduksi untuk menjaga tekanan di bawah permukaan. Dengan demikian, air terproduksi yang berpotensi menghasilkan uap karbon dapat dikelola dengan baik. Contoh penerapan pola pengelolaan ini dilakukan di lapangan Rantau dan berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 34.99 ton setara CO2 per tahun.